Tasikmalaya, MR – Proyek Pekerjaan Pelebaran Jalan Ruas Sp. 3 Pamoyanan – Suryalaya – Warudoyong (Batas Kabupaten Tasikmalaya/Ciamis) merupakan bagian dari proyek infrastruktur jalan provinsi yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus lalu lintas di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat.
Perbaikan dan pelebaran di koridor ini terus dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V. Paket pekerjaan serupa dan perbaikan berkala (seperti tambal sulam hotmix) di daerah lain juga dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kualitas jalan agar tetap mulus.
Pelebaran jalan serta pembuatan Tembok Penahan Tebing (TPT) di area yang rawan menghubungkan wilayah Pamoyanan (Tasikmalaya) melintasi area Suryalaya hingga perbatasan Ciamis menuju Kawali.
Pekerjaan ini dikerjakan PT TRIE MUKTY PERTAMA PUTRA yang berdomisili di Tasikmalaya dengan nilai kontrak Rp 50.899.816.503,00dari nilai HPS Rp 52.773.312.126,00 atau 96,61 % dari pagu, dengan masa kerja 270 Hari Kalender dan dimulai sejak 10 Maret 2026.
Penawaran yang sangat spektakuler, angka 96,61 dari nilai Harga Perhitungan Sendiri ( HPS) menjadi perbincangan sesama penyedia jasa maupun di kalangan kuli tinta. Artinya penawaran mendekati nilai pagu anggaran, mutu, kualitas, spesifikasi teknis dan juga penerapan K3 seperti yang tertuang dalam kontrak harus benar – benar dilaksanakan penyedia jasa.
Pantauan media ini di lapangan 14/05 pekerjaan sedang dilaksanakan dengan pelebaran jalan satu arah, penggunaan tanah urug yang digunakan antara dinding pelebaran dengan sisi U ditch dipertanyakan kualitasnya.
Selain menggunakan tanah yang kurang berkualitas ( diambil dari areal sekitar proyek), juga menggunakan bekas galian aspal untuk menutupinya sebagai pengganti tanah dan kemungkinan diatas nantinya menggunakan tanah yang berkualitas sesuai spesifikasinya.
” ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ธ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ, ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ด๐ช ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ณ. ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ข๐ด๐ฑ๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข” Sebut Masyarakat sekitar yang identitasnya tidak disebutkan.
Media ini mencoba klarifikasi ke kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V untuk ketemu kepala Balai atau pejabat pembuat komitmen selalu tidak ada di tempat. ” ๐๐ข๐ข๐ง ๐ฑ๐ข, ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐๐, ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ”. Sahut wanita cantik di resepsionis. (LEO NARDO SILABAN)
